Tips Cara Merawat Rem Cakram Sepeda Motor

Hampir semua produk sepeda motor baru yang diproduksi saat ini menggunakan sistem pengereman dengan piringan cakram atau sering disebut dengan istilah disk brake. Memang banyak keunggulan yang didapatkan jika sepeda motor menggunakan sistem rem seperti ini dibandingan sistem sebelumnya yakni sistem tromol. Pada rem cakram bersifat terbuka sehingga tidak cepat panas, selain pastinya rem juga akan lebih pakem.

Hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika sepeda motor anda menggunakan sistem rem cakram. Karena ada beberapa hal yang dapat menggangu kinerja rem tersebut. Berikut ini adalah cara perawatan rem cakram sepeda motor agar awet dan bekerja maksimal:

  1. Mengganti minyak rem. Minyak rem perlu diperhatikan, karena sistem pengereman cakram sangat mengadalkan cairan ini untuk menggerakan piston yang terdapat pada master rem. Master rem ini berfungsi sebagai penggerak kaliper dalam mencengkeram piringan cakram pada saat Kawan Kapsul menarik tuas rem. Jika lalai, dikhawatirkan adanya saluran minyak yang tersumbat karena minyak kotor atau minyak rem telah encer karena usia pakai yang sudah melewati batas. Jika itu terjadi maka maka kinerja piston akan ikut terganggu. Penggantian minyak rem yang disarankan adalah 1 tahun sekali atau paling lama 2 tahun sekali agar mendapatkan performa maksimal dari rem tersebut. Dan yang juga harus diperhatikan adalah setiap minyak rem memiliki kekentalan berbeda dengan kode DOT 3 atau DOT 4. Jangan sembarangan menggunakan minyak rem, sesuaikanlah kode tersebut agar kerja rem maksimal.
  2. Bersihkan kaliper rem. Karena sifat rem cakram yang terbuka, maka perangkat ini akan rentan kotor terkena debu, pasir dan kotoran yang beterbangan di jalan. Jika kotoran tersebut menempel pada komponen pengereman, maka kinerja rem juga tidak akan berjalan optimal. Untuk itu sebaiknya kebersihan dari komponen ini sangat diperhatikan. Cara membersihkan adalah dengan melepas kaliper rem yang menempel ke shock breaker lalu dengan cermat lepas kabel rem. Setelah itu lepaskan kanvas rem yang menempel dalam kaliper kemudian bersihkan permukaan bantalan rem dengan menggunakan ampelas atau sikat kawat. Lalu bersihkan dengan angin bertekanan (kompresor) untuk membersihkan sisa-sisa kotoran pada bagian yang tidak terjangkau. Setelah benar-benar bersih pasang kembali komponen tersebut.
  3. Pastikan kaliper masih normal. Kaliper atau banyak yang menamakan kepala babi jarang sekali rusak. Namun, ada hal yang membuatnya berfungsi tidak maksimal. Misalkan pemasangannya yang tidak tepat posisinya bergeser karena suatu hal. Bila kondisi kaliper bergetar, maka baik piringan cakram maupun kanvas rem akan cepat aus. Ini disebabkan adanya bagian-bagian tertentu dari kaliper akan bergesekan terus menerus dengan piringan cakram. Efek yang dirasakan adalah laju sepeda motor akan tersendat. Untuk itulah sebaiknya Kawan Kapsul rutin memeriksa posisi kaliper. Caranya cukup mudah, Kawan Kapsul cukup memutar bagian ban sepeda motor, lalu perhatikan  gerakkan piston, bila pergerakannya masih tidak ada yang janggal dengan piringan cakram, itu artinya kaliper masih dalam kondisi baik.
  4. Seal piston. Kondisi seal piston juga harus diperhatikan itu untuk menghindari adanya kebocoran minyak. Jika seal bocor maka minyak rem akan rembes dan keluar. Lama kelamaan minyak rem akan berkurang dan akan mengakibatkan kinerja piston tidak maksimal dan sistem pengereman tidak akan sempurna.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s